oleh

Akibat Tambang Nikel PT. PUL Jalan Trans Sulawesi Berlumpur

BURUH TINTA.CO.ID, LUWU TIMUR,- Aktivitas penambangan nikel PT. PUL, di Salo Ciu, Desa Ussu, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, membuat panik warga sekitar, Kamis malam (11/4/2019) sekitar pukul 07:30 Wita.

Lumpur dari arah bukit di belakang rumah warga tiba-tiba menutupi jalan trans sulawesi, bahkan masuk ke halaman rumah warga.

Rusli, salah satu warga Salo Ciu, Desa Ussu menuturkan, perusahaan tambang nikel sudah membahayakan keselamatan warga bahkan nyawa.

“Kami sudah tidak nyaman lagi tinggal disini, sebab di atas bukit sudah ditambang sedangkan pemukiman warga di bawah, jadi nyawa kita terancam,” ujar Rusli, yang juga sebagai anggota BPD Desa Ussu.

Sebahagian warga sekitar yang mendengar air dari arah gunung, kaget karena tiba-tiba mendengar suarah gemuruh hebat di belakang rumah mereka.

“Saya pernah sampaikan kepada pihak perusahaan, bahwa kupasan tanahnya jangan dibuang di sungai kecil, mata air,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dia juga menuturkan, saat kejadian para warga sedang beristirahat di rumah dan bahkan jalan poros Palopo-Malili terlihat kotor yang bisa menimbulkan kecelakaan karena jalan licin akibat lumpur yang meluap kejalan raya.

“Para warga panik dan berhamburan ke luar dari rumah. Karena bukit di belakang rumah yang di kelolah oleh perusahaan tambang nikel PT. PUL, berdekatan dengan pemukiman warga, jaraknya kurang lebih 600 meter,” katanya kepada media.

Sementara itu, kepala Desa Ussu Rahmat Alsin, yang di dampingi Kepala Dusun Ussu, Harianto Hasan, langsung mendatangi warganya dan menyampaikan pada pihak perusahaan tambang nikel PT PUL, agar segera membenahi semua sebelum melanjutkan aktifitas.

“Saya sudah sampaikan, kepada pihak perusahaan agar di benahi dulu sebelum menlanjutkan kegiatannya, ini menyangukut keselamatan warga saya,” kata Rahmat, Kades Ussu.

“Untuk memastikan ada tidaknya terjadi longsor, kami sedang koordinasi pihak perusahaan. Karena saat kejadian, tidak ada aktivitas penambangan langsung di lokasi,” kata Juma.

Sejumlah rumah warga yang terkena dampak langsung yang dikawatirkan bila suatu saat terjadi longsor, mengingat beberapa waktu lalu telah terjadi longsor hingga menutup jalan poros trans sulawesi.

Karena panik, warga mengalami trauma dan was-was bila terjadi longsor.

Penulis Albadru

Editor :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita