oleh

Gila..! Halal Menikah Sesama Jenis (Homoseksual/Lesbian)

BURUHTINTA.OC.ID,

Jakarta | Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Siti Musdah Mulia yang dikenal paham kesetaraan gender dan Umat Islam ketika itu dihebohkan dengan pemberitaan sangat bertolak belakang dengan orang timur, kemudian Musdah dan timnya meluncurkan Counter Legal Draft (CLD) Kompilasi Hukum Islam (KHI), dimana banyak ide-ide “aneh” mengharamkan poligami, memberi masa iddah bagi laki-laki, menghilangkan peran wali nikah bagi mempelai wanita, dan sebagainya.

Politikus PDI Perjuangan itu tetap bertahan dengan pendapatnya. Bahkan, makin banyak ide-ide baru yang kontroversi. Pendapatnya terakhir yang benar-benar gila dan menyengat telinga banyak orang adalah dukungannya secara terbuka terhadap perkawinan sesama jenis (homoseksual dan lesbian). Sebagaimana yang dilansir oleh Majalah Tabligh DTDK PP Muhammadiyah, pada tahun 2008 silam, dalam pernyataanya yakni “Islam Agama Rahmat bagi Alam Semesta” oleh dosen Pascasarcana UIN Jakarta.

Menurutnya, yang dilarang dalam teks-teks suci tersebut lebih tertuju kepada perilaku seksualnya, bukan pada orientasi seksualnya. Mengapa? sebab, menjadi heteroseksual, homoseksual (gay dan lesbi), dan biseksual adalah kodrati, sesuatu yang given atau dalam bahasa fikih disebut sunnatullah. Sementara perilaku seksual bersifat kontruksi manusia. Jika hubungan sejenis atau homo, baik gay atau lesbi sungguh-sungguh menjamin kepada pencapaian-pencapaian tujuan dasar tadi maka hubungan demikian dapat diterima. “gagal paham nih orang,” cetus beberapa sumber setelah membaca artikel Musda.

Mantan Timses Jokowi initerbilang berani dalam menyuarakan pendapatnya, meskipun sangat kontroversial dan mengejutkan banyak orang. Namun Musda, yang berpendidkan tinggi itu, tentu harus paham juga, bahkan dilingkungan aktivis liberal sendiri saja banyak orang yang berpendapat bahwa agenda pengesahan perkawinan sejenis itu baiknya ditunda dulu, mengingat menunggu belum  waktu yang tepat.

Tapi mungkin wataknya keras kepala itu tampaknya dia (Musda) bersikukuh dengan pendapat dan egonya. Ia tetap bersuara tentang kehalalan dan keabsahan perkawinan sesama jenis. Tidak heran jika pada tanggal 7 Maret 2007 silam pemerintah Amerika Serikat menganugerahinya sebuah penghargaan “International Women of Courage Award”.

Dari semua yang tertuang dalam artikelnya, harus menelan pil pahit, karena tidak sedik netizen menolak mentah-mentah pendapat Politisi PDI Perjuangan tersebut yang terlihat santun namun namun siapa sangaka dia telah melukai banyak orang. Hal tersebut banyak dikomentari oleh publik tanpa di sadarinya. (red)

Redaksi/Editor : albad

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita