oleh

Gegara Hutang Piutang, Pria Lansia Ini Dibacok Hingga Tewas

BURUH TINTA.CO.ID, KALSEL,- Yamani alias Mani Warga Desa Rantau Bujur Hilir RT.02 Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan ditemukan sang anak dalam keadaan terkapar bersimbah darah didapur rumah miliknya, Senin (22/04/2019) pukul 05.00 Wita.

Anak korban yang melihat sang ayah terluka di bagian kaki langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mani yang saat itu mengalami luka cukup serius akhirnya dilarikan kerumah Sakit Pambalah Batung guna mendapatkan pelayanan medis.

“Akibat luka yang dialaminya, akhirnya korban meninggal dunia di RSUD Pambalah Batung Amuntai,” Pungkas Kapolres HSU AKBP Ahmad Arif Sopiyan melalui KBO Reskrim Ipda Riyanda Putra.

Aparat kepolisian berhasil meringkus pelaku pembunuhan.

Tak berlangsung lama, Kepolisian akhirnya berhasil meringkus Pahrudin alias Ipah (33), pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia pada pukul 10.00 wita.

Penangkapan terhadap Ifah hanya berselang enam jam setelah pelaku membantai korbannya, Yamani (62) di lingkungan RT 02, Desa Rantau Bujur Hilir, Kecamatan Sungai Tabukan, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Menurut KBO Reskrim Polres HSU, Ipda Rianda Putra Utama mengatakan, aksi pembunuhan keji ini mendekati kumandang azan subuh pada pukul 05.00 wita.

Baca Juga ! :  Diduga Langgar Aturan Pondok, Seorang Santri di Mojokerto Tewas Dianiaya Seniornya

Dari pengakuan pelaku, kata Rianda, motif Ifah membunuh Yamani gara-gara hutang piutang senilai Rp 3,5 juta.

“Pelaku punya masalah hutang piutang dengan anak korban sebesar Rp 3,5 juta yang sudah dibayar. Namun pelaku masih kesal karena proses pembayarannya tidak tepat waktu,” kata Ipda Rianda Putra .

Selain hutang piutang, polisi mendalami motif keluarga yang memicu Ifah berbuat nekat. Sebelum pembunuhan, menurut Rianda, pelaku ke rumah korban mencari anak korban.

Namun, pelaku cuma mendapati Yamani (62). Tak mendapati anak korban, pelaku kesetanan melampiaskan amarahnya ke korban dengan menggunakan sebilah parang tajam. Pelaku melukai Yamani hingga korban meninggal dunia karena kehabisan darah dalam perjalanan menuju RSUD Pembalah Batung, Kota Amuntai.

Korban ditemukan tergeletak di dapur dengan luka tebasan di bagian kaki. Anak korban langsung meminta pertolongan ke warga.

Menerima laporan penganiayaan, tim gabungan polisi bergerak cepat mengendus keberadaan Ifah setelah koordinasi dengan keluarga pelaku. Tim gabungan berhasil meyakinkan pelaku sebelum ditangkap. Enam jam setelah kejadian, polisi mengamankan pelaku ke Mapolsek Danau Panggang .

Pahrudin alias Ifah tinggal di RT 03, Desa Parupukan Kecamatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan.

Baca Juga ! :  Diduga Langgar Aturan Pondok, Seorang Santri di Mojokerto Tewas Dianiaya Seniornya

“Dari keterangan pelaku bahwa benar melakukan tindak pidana tersebut. Kemudian pelaku dan barang bukti dibawa ke Polres HSU guna proses Lebih lanjut,” pungkas Rianda

Polisi turut mengamankan barang bukti satu bilah parang, satu kumpang sajam jenis parang, dan satu sarung tangan. Polisi masih menyelidiki dugaan motif lain.

Penulis : Shinta/yuniakun

Editor : Wawan cep

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita