oleh

Ini Sebabnya Terlibat “Bentrok” Personil Kompi 721 vs Kodim Sawerigading

BURUH TINTA.CI.ID,  PALOPO – Puluhan personil Batalyon Infantri 721 Kompi Senapan C Makkasau terlibat “bentrok” dengan personil Kodim 1403 Sawerigading dan Polres Palopo.

“Bentrok” antara personil TNI dan Polri ini terjadi saat simulasi pengamanan pemilu presiden dan pemilu calon anggota legislatif, Senin 4 Pebruari 2019, di Lapangan Gaspa Palopo.

Sebanyak 378 personil yang dilibatkan pada simulasi kali ini yang terdiri dari, 180 peraonil Kepolisian Resort (Polres) Palopo, 85 personil Batalyon Infantri 721, selebihnya dari jajaran Komando Distrik Militer (Kodim) 1403 Sawerigading.

Komandan Kodim (Dandim) 1403 Sawerigading, Letnan Kolonel (Letkol) Infantri, M Imasfy, mengatakan, simulasi ini dilakukan sebagai antispasi terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu kelancaran jalannya proses penghitungan hingga penetapan penghitungan suara.

Dalam simulasi ini, diperagakan adanya warga yang protes karena tidak diakomodir memilih di tempat pemungutan suara. Protes ini berimbas unjukrasa massa yang berujung pada upaya pembakaran sejumlah obyek vital seperti KPU, kantor media massa, dan kantor pemerintahan.

Namun dengan strategi pengamanan yang telah dipersiapkan sebelumnya, upaya anarkis massa dapat diantisipasi dan dibubarkan.

Terkait kondisi keamanan di Tana Luwu menjelang pemilu, Imasfy manyatakan, masih dalam kondisi aman dan terkendali. “Tidak ada itu, kondisi masih aman,” katanya saat ditanya apakah ada daerah yang masuk zona merah di Tana Luwu.(wd/ant*)

Baca Juga !  LKBHMI Cabang Makassar : Advokasi Pedagang Pasar Butung Terjawab

 

Redaksi  | Editor  : Albadru/ant*

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita