oleh

Mengaku Anak Jenderal, Janda Tipu Calon Bintara Rp 633 Juta

BURUH TINTA.CO.ID, BALI,- Petugas SatReskrim Polsek Denpasar Selatan menangkap perempuan berstatus janda satu anak, Niswatun Badriyah (25). Tersangka melakukan penipuan penerimaan anggota Polri dengan modus mengaku sebagai istri perwira polisi bertugas di BNN.

Kapolresta Denpasar Kombes Rudi Setiawan mengatakan, kasus ini dilaporkan orang tua I Ketut Widyantara Udayana (19) dengan kerugian mencapai Rp 633 juta.

Tersangka meyakinkan korban dengan mengaku sebagai bhayangkari serta merupakan anak seorang jenderal polisi berpangkat bintang tiga.

“Tersangka mengenakan pakaian dan tas merah muda bertuliskan Bhayangkari dan membawa foto keluarga (editan) ayahnya berpangkat jenderal polisi bintang tiga,” ujar Ruddi Setiawan, Rabu (20/2/2019).

Bagaimana tersangka bisa kenal dengan korban ? Ruddi menceritakan Niswatun Badriyah tinggal di tempat kos milik korban di wilayah Renon, Denpasar Selatan.

Tersangka menggunakan identitas palsu bernama Helen Natalia Fransisca asal Lumajang, Jawa Timur. Karena sering ngobrol, pemilik kos bercerita ke tersangka kalau anaknya mendaftar polisi tapi tidak lulus tes.

“Dari sinilah tersangka menyusun rencana melakukan penipuan,” ungkap mantan Kapolres Badung ini.

Ruddi menambahkan, kasus penipuan itu terjadi awal November 2017 dan dilaporkan korban pada Oktober 2018. Kepada orang tua korban, tersangka meyakinkan bisa membantu lolos tes polisi dengan syarat menyerahkan sejumlah uang.

“Tersangka mengatakan ada paket seharga Rp 150 juta agar langsung menjadi polisi. Korban menyanggupi kemudian menyerahkan uang secara bertahap tiga kali. Setelah dibayar, tersangka kembali meminta uang dalam jumlah berbeda dengan alasan untuk biaya pendidikan Sekolah Polisi Negara (SPN),” bebernya.

Saat menjalani tes psikologi di Gor Purna Krida, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, korban tidak lulus. Tersangka berpura-pura meminta data dan hasil tes yang akan diubah agar bisa lulus dan kembali meminta uang untuk meluluskan.

Berselang beberapa hari, tersangka menemui korban sambil membawa sepatu dan kaos kaki untuk dipakai saat pelatihan di SPN. Korban semakin yakin menjadi polisi. Tanpa pikir panjang, korban terus memberikan tersangka uang yang katanya dibelikan peralatan saat menjalani pelatihan.

“Namun hingga akhir September 2018 ternyata tersangka tidak memberikan kepastian. Selain itu tersangka tidak bisa dihubungi dan menghilang dan kasusnya dilaporkan ke Polsek Densel dan tersangka ditangkap di Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (17/2),” tegasnya, dikutip dari akun fb yunirusmini, Kamis(21/2/2019).

Editor : Shinta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita