oleh

Siswa SMK Martapura Dikeroyok Teman Sekolahnya Hingga Muntah Darah

BURUH TINTA.CO.ID, SUMSEL,- Seorang pelajar SMK Negeri I Martapura berinisial AI menjadi korban pengeroyokan oleh rekan satu sekolahnya yakni IL. Akibat pengeroyokan yang dilakukan IL dan rekan-rekannya, AI menderita fisik hingga muntah darah.

Informasi yang diceritakan oleh salah satu pelajar SMK Negeri I Martapura, keributan antara AI dan IL bermula saat mereka dihukum oleh guru dan diperintahkan mengecet batang pohon di sekolah, saat itulah mereka berdua terjadi cek cok mulut.

Namun kejadian itu berlanjut hingga keesokan harinya IL mengajak teman-temannya.

Menurut pengakuan IL, dia mengajak anak-anak SMPN 4 dan SMPN 2 Martapura dengan jumlah 20 pelajar untuk mengeroyok AI yang saat itu sedang mengikuti jalan sehat di Stadion Tebat Sari Martapura.

“Yang kita lihat itu, AI di keroyok oleh IL dan teman-teman sebanyak 20 orang dibelakang stadion Tebat Sari Martapura, kita takut untuk memisahkan, nanti jadi bulan-bulanan mereka juga,” ujar salah satu pelajar yang saat itu dilokasi kejadian.

Kejadian itupun ditengahi oleh pihak Dinas Pendidikan OKU Timur, terlihat sejumlah wali murid dan Kepala sekolah SMPN 2 dan 4 hadir, sedangkan Kepsek SMKN I Martapura tidak hadir melainkan dihadiri oleh perwakilannya.

Dalam proses mediasi yang dilaksanakan pada Selasa (10/09/2019) di Dinas Pendidikan OKU Timur, tampak keluarga AI merasa sangat terpukul dengan kejadian ini, pasalnya selain AI muntah darah dia juga masih mengalami trauma mendalam. Bahkan saat mediasi tersebut terlihat ibu korban sempat menangis dan hingga pingsan.

“Kedatangan kita kesini untuk meminta pertanggungjawaban dan penyelesaian dari keluarga korban dan dari pihak sekolah, jangan sampai ini terkesan dibiarkan,” ucap keluarga korban yang hadir dalam mediasi tersebut.

Kejadian ini tentu menjadi catatan serius bagi pihak sekolah, bagaimana perasaan seorang wali murid yang menitipkan anaknya di sekolah untuk mendapatkan bekal ilmu yang bermanfaat namun ternyata menjadi korban kekerasan.

Rohim salah satu wali murid SMA mengaku khawatir mendengar kabar adanya kekerasan didunia pendidikan di OKU Timur, jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan dikhawatirkan akan kembali terjadi pada pelajar-pelajar lainnya.

Menurut rohim pihak sekolah harusnya peka terhadap konflik ditengah-tengah pelajar, jangan dianggap enteng jika melihat adanya permasalahan ditengah pelajar, sebab sudah banyak contoh diluar sana kekerasan pelajar menimbulkan korban jiwa.

“Di sekolah anak-anak seharusnya mendapatkan bimbingan dan pendidikan, kita tahu anggaran untuk pendidikan cukup besar, jangan sampai permasalahan kecil dapat merusak citra pendidikan yang menimbulkan keresahan dikalangan wali murid, ”ungkap Rohim.

Kepala Sekolah SMK Negeri I Martapura Ribut Setiadi saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi, hingga berita ini diturunkan pesan whatshap dari wartawan hanya dibaca dan belum memberikan respon, dikutip dari pelita sumsel.

Reporter: Rusmin
Editor: Shinta Maulinda

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kabar Berita