oleh

Tak Digaji 7 Bulan, PRT Disiram Air Panas Oleh Majikannya

BURUH TINTA.CO.ID, Bali,- Cerita pilu datang dari Bumi Seni Gianyar. Kali ini seorang majikan bernama Desak Made W yang tinggal di sebuah rumah di sebelah barat Stadion Dipta Buruan Kecamatan Blahbatuh, diduga telah menganiaya pembantu rumah tangganya (PRT), Eka Febriyanti, 21 th, asal Kaliseet, Jember Jawa Timur.

Penganiayaan dengan menyiramkan dua panci air panas sedang mendidih ini, dilakukan terlapor yang dibantu adik tiri korban serta seorang scurity rumah milik terlapor, Selasa (7/5 2019) pagi.

Tragedi pilu ini berawal dari hilangnya sebuah gunting milik majikan. Korban yang diperintahkan untuk mencari gunting seharga Rp. 88.000 itu tidak kunjung menemukan. Karena itulah, pembantu rumah tangga dihukum dengan disiram air panas.

Sebagai wanita lugu yang ketakutan atas musibah itu, hanya pasrah menahan panasnya guyuran air mendidih di sekujur tubuhnya itu. Lebih miris lagi, pembantu yang udah bekerja tujuh bulan ini belum pernah menerima upah dari majikannya ini.

Dalam aksi penyiraman ini, selain sang majikan menyiramkan satu panci air mendidih, aksi bejat ini juga dilakukan oleh Santi yang merupakan adik tiri korban yang juga bekerja di rumah tersebut, serta Ery staf pengamanan rumah dengan memanfaatkan gelas untuk menyiramkan satu panci air panas ke tubuh pembantu naas itu. Mulai dari kepala sampai kakinya. Akibat aksi ini, kulit sekujur tubuh korban melepuh akibat luka bakar air panas.

Korban berhasil kabur ,Dengan nekat ingin pergi ke tempat temannya ke Nusa Dua.
Eka menceritakan, setelah kabur ia bersembunyi di Warung, disana Eka diberi uang Rp 5000 untuk ongkos dan kue oleh pemilik warung. Setelah berjalan lebih jauh dari tempat bosnya, ia kembali bertemu dengan ibu ibu di jalan.

Singkat cerita, Ibu tersebut curiga melihat wajah Eka yang lebam, akhirnya ibu tersebut menolong Eka untuk memanggil polisi. “Kepada polisi saya bilang mau ke Nusa Dua, disana saya belum mengaku di siksa majikan. Saya takut dan hanya bilang kalau saya jatuh sehingga muka lebam,” tuturnya meringis.

Setelahnya, Eka diantar mencari angkutan dan turun di Halte Batu bulan dan kembali mencari polisi untuk minta dicarikan bis sarbagita ke nusa dua. Namun karena tidak punya uang, ia tidak jadi naik bus sarbagita, hingga bertemu bapak bapak penjaga terminal yang ada disana.

“Bapak itu curiga dengan keadaan badan saya, akhirnya saya jujur, saya bilang habis disiram air panas sama majikan saya, jadi saya kabur,” cerita Eka sambil menangis .

selanjutnya eka diajak ke Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar, lanjut dilakukan visum et revertum. Dengan diantar seorang pengacara, kasus ini telah dilaporkan ke Mapolda Bali di Denpasar. Rabu 15 Mei 2019 .

Saat ini Eka sedang menjalankan proses penyidikan di Deskrimum Polda Bali.

Penulis:/Shinta/yunirusnini fb

Editor: Wawan cep

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *