Tantangan Menghadapi Radikalisme dan Ekstremisme Dalam Kehidupan Politik dan Bernegara di Tanah Air

Menjaga stabilitas nasional di tengah keberagaman merupakan tugas besar bagi bangsa Indonesia. Salah satu hambatan paling signifikan yang terus membayangi perjalanan demokrasi kita adalah munculnya fenomena radikalisme dan ekstremisme. Fenomena ini bukan sekadar isu keamanan, melainkan tantangan ideologis yang berpotensi merusak tenun kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila yang telah lama kita junjung tinggi.

Akar Masalah dan Transformasi Digital

Radikalisme seringkali tumbuh dari rasa ketidakadilan sosial, pemahaman literasi yang sempit, hingga infiltrasi ideologi asing yang tidak sejalan dengan budaya lokal. Di era digital saat ini, penyebaran paham ekstremis menjadi jauh lebih masif melalui media sosial. Algoritma internet cenderung menciptakan gema yang memperkuat pandangan sempit seseorang, sehingga individu lebih mudah terpapar narasi kebencian tanpa adanya pembanding yang sehat. Hal ini menciptakan polarisasi di masyarakat yang sangat rentan dieksploitasi demi kepentingan politik jangka pendek.

Politisasi Identitas dalam Kontestasi Negara

Salah satu tantangan berat dalam kehidupan politik adalah penggunaan politik identitas sebagai alat untuk meraih kekuasaan. Ketika perbedaan keyakinan atau latar belakang digunakan untuk memicu sentimen negatif terhadap kelompok lain, benih-ekstremisme mulai tumbuh. Hal ini sangat berbahaya bagi keutuhan bernegara karena mengaburkan fokus pada program kerja dan integritas, lalu menggantinya dengan fanatisme buta yang dapat berujung pada tindakan intoleran.

Strategi Penguatan Moderasi Bernegara

Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pendekatan yang komprehensif dari berbagai lini. Pemerintah bersama tokoh masyarakat perlu memperkuat moderasi beragama dan pendidikan kewarganegaraan yang inklusif. Literasi digital harus ditingkatkan agar masyarakat mampu membedakan antara aspirasi politik yang sehat dengan provokasi radikal. Selain itu, penegakan hukum yang adil tanpa pandang bulu menjadi kunci untuk memberikan efek jera terhadap aktor-aktor yang berusaha merongrong kedaulatan negara melalui tindakan ekstrem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *